
Begitu bahagianya orangtuaku saat aku diterima di IT Telkom, perguruan tinggi yang banyak diminati masyarakat. Namun dibalik itu semua, sesungguhnya aku tidak bahagia kuliah di sini karena kuliah di sini bukanlah impianku, tapi impian orangtuaku.

Ayahku seorang tukang becak. Setiap hari ia membanting tulang untuk menghidupi keluargaku dari pagi hingga petang, baik panas maupun hujan. Baginya keluarga adalah segala-galanya, apalagi saat ini aku diterima di IT Telkom dan membutuhkan biaya yang sangat besar.

Penghasilan ayahku tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikanku di IT Telkom maupun kebutuhan keluarga. Karena itu, ibuku pun harus ikut mencari nafkah untuk keluarga kami. Ibu terpaksa berjualan di pasar karena ia ingin melihat anaknya menjadi orang yang sukses.

Seiring waktu berjalan aku pun terpengaruh oleh lingkungan, sehingga membuatku menjadi anak yang sombong, suka berhura-hura bahkan tidak mengakui keadaan ekonomi keluargaku yang kurang mampu. Aku selalu meminta segalanya seperti layaknya orang kaya yang dipenuhi dengan harta benda yang mewah.

Karena kesombonganku itu, dalam bergaul pun aku memilih-milih teman, aku hanya ingin berteman dengan orang yang berkelas saja. Gaya dan penampilanku pun seperti orang kaya, tidak menunjukkan kalau aku orang yang tidak mampu.

Suatu hari, ketika bangun tidur, aku melihat orangtuaku bersiap untuk mencari nafkah. Saat itu juga, hatiku pun terhanyut melihatnya. Demi menghidupi keluarga mereka harus bangun pagi, tak kenal hujan, mereka ikhlas menjalaninya. Semua itu mereka lakukan demi membahagiakan aku.

Ketika orangtuaku pergi mencari nafkah, aku mulai merenung dan menyadari apa yang telah kulakukan selama ini salah. Selama ini aku hanya bisa berfoya-foya, bersenang-senang, melupakan kewajibanku sebagai seorang anak yang seharusnya memberikan yang terbaik untuk orangtua.

Sekarang adalah saatnya bagiku untuk membahagiakan orangtua, dengan menyiapkan minuman untuk ayah yang telah seharian bekerja membanting-tulang untukku dan keluarga. Melihat ayah tersenyum, akupun sangat bahagia seperti ada pancaran kebahagian di wajahnya.

Aku akan membuktikan kepada orangtuaku bahwa apa yang telah mereka perjuangkan selama ini tidaklah sia-sia. Dengan belajar tekun, berdoa dan berusaha akan kuwujudkan impian terbesar mereka yakni melihat keberhasilanku dalam menuntut ilmu dengan memperoleh nilai yang sangat memuaskan.

Akhirnya aku bisa mewujudkan impian terbesar orangtuaku. Aku pun lulus dan wisuda dengan memperoleh nilai yang sangat memuaskan. Tidak hanya itu, setelah lulus dari IT Telkom aku pun diterima kerja di instansi pemerintahan.
